Berdasarkan beberapa permasalahan di atas, yang akan dikaji dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah pada pembelajaran Bahasa Indonesia dari 20 siswa, hanya 6 siswa (30 %) yang dapat membuat karangan deskripsi secara baik dan sisanya 14 siswa (70 %), tidak dapat membuat karangan deskripsi karena penjelasan guru secara umum kurang detail dan rinci. menjadi fungsional. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk membuktikkan bahwa dengan penerapan video dan STAD dapat meningkatkan prestasi belajar akidah akhlak. B. Rumusan Masalah 1. Identifikasi masalah Permasalahan dalam penelitian ini adalah tindakan apa yang dilakukan Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut. Hasil Penelitian yang Relevan 1. Chairul Anwar (2015) dalam penelitiannya berjudul “Penerapan Model 24 f Discovery Learning dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Fiqih di Kelas VIII MTS Darul Ma’arif Jakarta”. Pada penelitian ini menyatakan bahwa Discovery Learning dapat meningkatkan prestasi belajar fiqih. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart, terdiri 4 %PDF-1.4 %âãÏÓ 1 0 obj /Type /Catalog /Pages 2 0 R /Lang (en-US) /StructTreeRoot 473 0 R /MarkInfo /Marked true >> /Metadata 6616 0 R >> endobj 2 0 obj /Type /Pages /Count 20 /Kids [ 234 0 R 236 0 R 238 0 R 240 0 R 242 0 R 244 0 R 246 0 R 248 0 R 250 0 R 252 0 R 254 0 R 256 0 R 258 0 R 260 0 R 262 0 R 264 0 R 266 0 R 268 0 R 270 0 R 273 0 R ] >> endobj 234 0 obj /Type /Page /Parent 2 0 R Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI, kegiatan yang berkaitan dengan masalah tersebut terwadahi dalam pembelajaran membaca permulaan, khususnya terdapat pada jenjang kelas 1 atau kelas 2 SD/MI. Dalam kondisi normal, pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan tersebut akan berjalan lancar, artinya siswa dengan mudah memahami apa yang Peserta didik yang termotivasi dalam belajar, menunjukkan minat, kegairahan dan ketekunan yang tinggi dalam belajar, tanpa tergantung banyak kepada guru. Motivasi belajar merupakan suatu daya, seruan atau kekuatan, abdi yang terlihat semenjak tubuh pribadi maupun semenjak bagian luar yang menggiatkan warga jaga kepada meneladan. 1.3. Pembatasan masalah Pada indentifikasi masalah ditemukan berbagai masalah tentang hal-hal yang mempengaruhi kebersihan lingkungan sekolah. Oleh karena keterbatasan penelitian dari segi waktu, dan kemampuan, maka penulis membatasi masalah dalam penulisan laporan ini. Buatlah 1 (satu) judul PTK. Akan sangat baik bila masalahnya berasal dari pengalaman nyata Anda di kelas. PENERAPAN METODE PERMAINAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI ASMA’UL HUSNA PADA SISWA KELAS 2 SD TAHUN PELAJARAN 2021/ 6IMNPR.